"Kadang-kadang" Kembali Kumat! Stempel Hilang, Anggota Malah Saling Tuding – "B.Mar" Jadi Korban, Yang Lain Jadi Detektif Gadungan
Tanggal: 8 Juli 2025
Kekacauan kembali melanda grup WhatsApp legendaris "Kadang-kadang" setelah salah satu anggotanya, yang kita samarkan sebagai B.Mar, mengumumkan bahwa stempel kantornya hilang secara misterius. Alih-alih membantu mencari, anggota grup justru berubah menjadi tim penyidik fiktif yang saling tuding tanpa bukti.
Kronologi Kekacauan:
B.Mar mengirim pesan: "Tolong guys, stempel kantor aku hilang nih! Kalo ada yang liat, kabarin ya!"
Anggota Grup: "Stempel kan kecil, pasti lu taruh sembarangan!" (Padahal belum tentu tau ukuran stempelnya).
Anggota Dari Paddasan sebut saja B. MAR yang saat ini sebagai korban: "Itu pasti dimainin anaknya si Jambesari tuh, kemarin kan main ke kantor! pura-pura baik ngajak ketemuan di citiplaza " (Tanpa bukti, langsung nuduh).
Tim dari Maesan yang dijuluki sisuster ngisot : "Aku yakin itu stempel dibawa mantan lu, soalnya dulu dia kerja di notaris!" (Logika yang entah dari mana).
Anggota yang dari prajekan (yang biasanya waras): "Stempel bisa dicetak lagi kan? Ribet amat sih." (Langsung di-bully karena dianggap tidak solidaritas).
Analisis Tanpa Dasar dari Anggota Grup:
"Itu pasti ada yang sengaja nyuri, biar B.Mar Setres dan penyakitnya kambuh lagi!" (Teori konspirasi level kantoran).
"Kemarin kan ada yang baru beli stempel baru, jangan-jangan itu stempel B.Mar!" (Tanpa konfirmasi, langsung curiga).
"Aku sih yakin stempel itu ada di kolong meja, cuma lu aja males nyari!" (Padahal belum pernah sekalipun ke kantor B.Mar).
Reaksi B.Mar yang Sudah Stress:
"Aduh, gue minta bantuan malah pada nuduh-nuduh! Kalo gitu gue mute grup dulu deh!"
B. Nakal nyeletuk :
"Mak stempel taker tasengsal"
B. Yani dari tegalampel yang sebagai tersangka hilangnya stempel tersebut menjawab :
"Tak etemmoh mi... Coba tlp mi... Mik ngangkak" huuuhhhh komennya malah tambah miring
Admin Grup Pasrah:
"Ini grup namanya 'Kadang-kadang', tapi kok kumatnya tiap hari sih? Kalo gitu, ganti nama aja jadi 'Grup Kadang-kadang Bantu, Seringnya Nuduh'."
Update Terakhir:
Stempel masih hilang, tapi grup sudah rame seperti acara "Case Unclosed". Sementara B.Mar memutuskan untuk cari stempel sendiri daripada harus baca 200+ pesan yang isinya cuma tudingan tanpa solusi.
eh ternyata B. Mar benar-benar pikun stempelnya yang tadi hilang "Etemmoh pon yuuu Bedeh e Meja kantor"
wajar saja siapapun yang tidak akan menjauh darinya stempelpun berusaha sembunyi darinya,
#StempelHilangTapiDramaTetapAda 😂🔍
Tidak ada komentar:
Posting Komentar